Minggu, 16 Januari 2011

KEUANGAN PERUSAHAAN INTERNASIONAL


Pendahuluan
            Perusahaan-perusahaan secara berkesinambungan menciptakan strategy-strategy baru untuk memperbaiki arus kas mereka, dalam rangka meningkatkan kekayaan pemegang saham. Sejumlah strategy mengharuskan dilakukannya ekspansi dalam pasar local. Strategy semacam ini biasanya dapat diimplementasikan tanpa banyak kesulitan karena informasi mengenai pasar telah terlebih dahulu diketahui,dan cara operasi tidak perlu banyak dirubah. Strategy-strategy lain mengharuskan penetrasi ke dalam pasar asing, karena pasar luar negeri bisa sangat berbeda dari pasar local, pasar luar negeri menciptakan kesempatan timbulnya peningkatan arus kas perusahaan. Banyak hambatan masuk ke dalam pasar luar negeri telah dicabur atau berkurang dewasa ini, yang mendorong perusahaan-perusahaan untuk memperluas perdagangan internasional (memproduksi dan menjual barang di Negara-negara lain). Konsekuensinya banyak perusahaan nasional berubah menjadi perusahaan multinasional (multinational corporation-MNC), yang didefinisikan sebagai perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam suatu bentuk bisnis internasional.
            Perusahaan internasional adalah perusahaan yang terlibat dalam produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa di lebih dari satu negara :
Ø  Perusahaan internasional biasanya terdiri atas perusahaan induk yang berada di negara asal dan paling tidak lima atau enam cabang perusahaan atau anak perusahaan yang berada di luar negeri.
Ø  Perusahaan internasional kini lebih banyak melakukan investasi langsung diberbagai negara.
Ø  Ciri khusus manajemen keuangan untuk perusahaan internasional adalah menyangkut lebih dari stu mata uang. Oleh karena itu perlu diperhatikan bagaimana foreign exchange market (Forex) beroperasi, mengapa nilai tukar (exchange rates) berubah, dan bagaimana menghindarkan diri dari risiko nilai tukar (exchange rate risk).
Ø  Terdapat enam alasan penting mengapa perusahaan melakukan go internasional, yaitu: memperluas pasar, mempertahankan kelangsungan supply bahan baku, penguasaan teknologi, peningkatan efisiensi produksi, menghindari hambatan politik dan peraturan pemerintah, dan memperkecil risiko bisnis.
Ø  Suatu perusahaan masuk ke pasar internasional biasa melalui beberapa tahap : ekspor, membangun cabang penjualan luar negeri, mendapatkan perjanjian lisensi, dan akhirnya memproduksi di luar negeri.

Teori-teori bisnis internasional
Teori-teori yang dipakai umum untuk menjelaskan mangapa banyak perusahaan terlibat dalam bisnis internasional adalah:
1.      Teori Keunggulan Komparatif
Bisnis minternasional secara umum terus meningkat sepnjang waktu. Sebagian pertumbuhan ekonomi diakibatkan oleh meningkatnya kesadaran bahwa spesialisasi menurut Negara dapat meningkatkan efisiensi produksi.
2.      Teori Pasar Tidak Sempurna
Ketersediaan sumber daya dalam tiap Negara tidak sama. Walaupun begitu, berlandaskan teori keunggulan komparatif, volume bisnis internasional akan tetap terbatas sekalipun semua sumberdaya dapat dengan mudah ditransfer dari satu Negara ke Negara lain. Jika pasar sempurna, faktor-faktor produksi (kecuali tanah) akan bersifat mobil dan dan dapat ditransfer ke mana saja. Mobilitas faktor-faktor produksi yang tidak terbatas menciptakan keseragaman dalam biaya, pengembalian dan menghilangkan keuunggulan biaya komparatif, yaitu dasar pemikiran perdagangan dan investasi internasional.
3.      Teori Siklus Produk
Salah satu teori yang populer untuk menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan mengubah diri menjadi MNC adalah teori siklus produk (produc cycle teory). Menurut teori ini, perusahaan didirikan di Negara asalnya dengan pertimbangan akan memiliki sejumlah keunggulan atas pesaing-pesaing local yang ada.
Metode-metode Bisnis Internasional
Ada beberapa metode yang bisa digunakan perusahaan untuk melakukan bisnis internasional, yaitu:
ü  Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah pendekatan yang relative konservatif yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mempenetrasi pasar luar negeri (dengan mengekspor) atau untuk mendapatkan bahan baku berharga murah (dengan mengimpor).
ü  Lisensi
Perjanjian lisensi (licensing) mewajibkan sebuah perusahaan untuk menyediakan teknologi (hak cipta, merek dagang atau nama dagang, dan paten) sebagai imbalan atas fee atau kompensasi tertentu yang diterima.
ü  Waralaba
Perjanjian waralaba (franchising) mewajibkan sebuah perusahaan untuk menyediakan strategi penjualan atau pelayanan tertentu, bantuan, dan mungkin dana investasi awal dengan imbalan fee periodic.
ü  Usaha atungan
Suatu usaha patungan (joint venture) adalah suatu yamg dimiliki dan dioperasikan secara bersama oleh dua perusahaan atau lebih.
ü  Akuisisi Perusahaan Asing
Perusahaan-perusahaan umumnya mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain di luar negeri sebagai salah satu cara untuk memasuki pasar asing. Metode ini memungkinkan sebuah perusahaan mengendalikan bisnis luar negerinya secara penuh dan mendapatkan pangsa pasar dalam jumlah besar secara cepat.
ü  Pembentukan Anak Perusahaan Baru di Luar Negeri
Perusahaan dapat juga memasuki pasar luar negeri dengan mendirikan operasi-operasi baru di negara-negara asing untuk memproduksi dan menjual produk mereka.

Risiko Internasional
Walaupun bisnis internasional dapat mengurangi exposure sebuah MNC terhadap kondisi-kondisi ekonomi negara asalnya, bisnis internasional biasanya juga meningkatkan exposure MNC terhadap:
v  Risiko Pergerakan Nilai Tukar
Sebagian besar bisnis internasional meminta pertukaran satu valuta dengan valuta yang lain untuk melakukan pembayaran, karena nilai tukar valuta terus-menerus berfluktuasi, jumlah kas yang dibutuhkan untuk melakukan pembayaran juga tidak pasti. Konsekuensinya, jumlah unit valuta negara asal yang dibutuhkan untuk membayar bahan baku dari luar negeri bisa berubah walaupun pemasoknya tdak mengubah harga.
v  Kondisi-kondisi Ekonomi Luar Negeri
Ketika perusahaan internasional memasuki pasar asing untuk menjual produk, permintaan atas produk tersebut tergantung pada kondisi-kondisi ekonomi dalam pasar tersebut. Jadi, arus kas perusahaan internasional dipengaruhi oleh kondisi-kondisi ekonomi luar negeri.
v  Risiko Politik
Pada saat perusahaan internasional membentuk anak perusahaan di negara lain, mereka terbuka terhadap risiko politik, yaitu, tindakan-tindakan politik yang diambil oleh pemerintah atau public tamu yang dapat mempengaruhi arus kas perusahaan karena, risiko politik seringkali dipandang sebagai bagian dari risiko negara atau country risk.

Manajemen Keuangan Internasional Versus Manajemen Keuangan Domestik
1.      Tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham melalui maksimisasi nilai perusahaan.
2.      Terdapat 6 faktor yang membedakan manajemen keuangan untuk perusahaan internasional dengan manajemen keuangan perusahaan domestik :
a.       Perbedaan denominasi mata uang, dengan demikian analisa nilai tukar (exchange rates) dan pengaruh perubahan nilai mata uang harus diperhatikan dalam analisa keuangan.
b.      Perbedaan bahasa-kemampuan berkomunikasi merupakan faktor kritis dalam setiap transaksi bisnis terutama bagi perusahaan internasional.
c.       Perbedaan budaya (cultural differences), setiap negara memiliki budaya yang unik dan sangat berpengaruh terhadap sistem nilai dan peranan bisnis dalam masyarakat.
d.      Peranan pemerintah dalam dunia bisnis.
e.       Resiko politik adalah kemungkinan bahwa perusahaan internasional akan diambil alih oleh negara dimana perusahaan itu berada.


Trading In Foreign Exchange
            Transaksi internasional kini telah berkembang sangat cepat karena perkembangan teknologi telekomunikasi. Importer, eksportir, turis dan pemerintah membeli dan menjual mata uang di foreign exchange market :
a.       Perbedaan utama antara forex market dengan pasar komodite lain adalah bahwa forex market tidak lain merupakan suatu network antarbroker dan beberapa bank yang berpusat di New York, London, Tokyo dan pusat keuangan lainnya. Hampir semua transaksi pembelian dan penjualan dilakukan dengan computer dan melalui telepon.
b.      Dua jenis transaksi yang umum dilakukan dalam forex adalah spot rates dan forward rates.
c.       Pada prinsipnya forward rate adalah analog dengan futures prices dalam pasar komodite, dimana kontrak pengiriman untuk beberapa waktu mendatang.
d.      Transaksi semacam ini (forward contract) bertujuan untuk menghilangkan risiko aliran kas karena perubahan nilai tukar atau exchange rates. Dengan kata lain kedua pihak sepakat untuk mematok harga mata uang tertentu pada tingkat tertentu. Teknik semacam ini disebut juga dengan hedging technique. Karena apabila exchange rate meningkat dimasa datang, maka untuk memperoleh sejumlah mata uang asing tertentu diperlukan biaya yang tetap.

Hedging Di Forex Market
            Banyak individu maupun perusahaan besar malakukan transaksi di forex market dengan tujuan untuk hedging risiko:
a.       Perusahaan yang melakukan perdagangan internasional dapat melakukan hedging dengan future atau forward contrat.
b.      Forward market memungkinkan multinational corporations melakukan transfer exchange rate risk-risiko perubahan nilai tukar mata uang-kepada profesional risk takers ntuk komisi tertentu.
c.       Forward contact dapat dilakukan untuk jumlah yang tidak terbatas dan dalam jangka waktu yang beragam antara dua mata uang sepanjang kedua pihak setuju.


International Capital Market
            Akibat globalisasi pasar modal dunia maka aliran dana dari satu negara ke negara lain menjadi semakin mudah. Salah satu alasan melakukan investasi diberbagai sekuritas asing adalah untuk memperoleh diversifikasi global. Berbagai kesempatan investasi di luar negeripun semakin bertambah semakin bertambah separti investasi dalam Eurodollar:
a.       Eurodollar adalah dolar yang didepositokan diluar United States; meskipun disebut Eurodollar karena berasal dari Europe, Eurodollar adalah berupa dolar yang didepositokan di negara lain diseluruh dunia selain United States.
b.      Perbedaan antara Eurodollar deposits dengan deposito dolar di United States adalah hanya masalah geografis saja.
c.       Eurodollar biasanya disimpan dalam interest-bearing account, dimana bunga yang dibayarkan tergantung atas (1) lending rate bank setempat, (2) rate of return on United States money market instruments.
d.      Tingkat bunga Eurodollar biasanya ditentukan atas bunga standar yang dikenal dengan LIBOR (London Inter Bank Offered Rate). LIBOR adalah tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank terbesar dan terkuat London bank atas dolar deposit. Eurodollar market adalah merupakan short-term market, karena hampir semua pinjaman maupun deposito akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.
e.       Foreign bonds adalah obligasi yang dijual di negara lain tetapi dalam satuan mata uang negara yang mengeluarkan obligasi tersebut. Sedangkan Eurobonds adalah obligasi yang dikeluarkan di luar negeri tetapi dalam satuan negara asal yang mengeluarkan obligasi tertentu.
  
Internasional Capital Budgeting
a.       Capital budgeting untuk perusahaan multinasional relatif lebih komplek terutama menyangkut estimasi aliran kas. Hampir perusahaan multinasional memiliki anak perusahaan atau subsidiaries diberbagai negara. Masing-masing subsidiary memiliki pembukuan yang terpisah dengan induknya.
b.      Karena pembayaran harus dikonversikan dalam mata uang induk perusahaan, maka pembayaran tersebut ditentukan oleh nilai tukar mata uang.
c.       Pembayaran deviden dan royalty pada umumnya dikenai pajak ganda baik oleh negara dimana subsidiary itu berada maupun negara dimana induk perusahaan itu berasal.
d.      Selain kompleksitas estimasi aliran kas perusahaan multinasional tersebut, penentuan discount rate yang tepatpun akan lebih sulit. Resiko investasi timbul karena paling tidak ada dua faktor: (i) exchange rate risk,dan (ii) political risk atau country risk.
e.       Political risk yang paling ekstrim adalah jika perusahaan menghadapi ancaman untuk diambil alih, dikuasai oleh negara atau expropriation tanpa kompensasi terhadap asset perusahaan. Tiga cara yang dpat ditempuh untuk mengurangi kerugian potensial sebagai akibat expropriation adalah : (i) dengan membiayai subsidiary dengan sumber dana local, (ii) membuat sistem sehingga subsidiary hanya merupakan bagian kecil dari perusahaan multinasional secara keseluruhan, dan (iii) dengan cara mengasuransikan subsidiary terhadap kemungkinan expropriation, tentu saja premi asuransi harus ditambahkan dalam biaya proyek.

Kesimpulan
v  Tujuan utama dari sebuah perusahaan internasional adalah memaksimumkan kekayaan pemegang sahamnya. Jika manajer-manajer tergoda untuk memenuhi kepentingan mereka sendiri, bukan kepentingan pemegang saham, muncul apa yang dinamakan agency problem.
v  Bisnis internasional didukung oleh tiga teori. Teori keunggulan komparatif menjelaskan bahwa tiap negara harus memanfaatkan keunggulan komparatifnya untuk berspesialisasi dalam produksi, dan bergantung pada negara-negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan produk-produk lain. Teori pasar tidak sempurna menyatakan bahwa karena pasar tidak sempurna, factor-fakor produksi menjadi tidak stabil, sehingga mendorong negara-negara untuk berspesialisasi berdasarkan sumberdaya yang mereka miliki. Teori sikus produk menyatakan bahwa sesudah perusahaan dibentuk di negara asal mereka, mereka biasanya memperluas spesialisasi produk di negara lain.
v  Metode-metode paling umum yang digunakan untuk melakukan bisnis internasional adalah perdagangan internasional, pemberian lisensi pemberian hak waralaba, usaha patungan akuisisi perusahaan asing dan pembentukan anak perusahaan baru di luar negeri. Metode-metode seperti pemberian lisensi dan hak waralaba melibatkan investasi modal yang kecil, tetapi prinsipalnya (perusahaan pemilik lisensi dan hak waralaba) harus berbagi laba dengan pihak-pihak lain. Akuisisi perusahaan asing dan pembentukan anak perusahaan di luar negeri melibatkan investasi modal dalam jumlah besar, tetapi menawarkan potensi pengembalian yang tinggi.

1 komentar: